NEWS
DETAILS
Selasa, 20 Jan 2026 12:00 - Asosiasi Honda Jakarta

Habis perjalanan jauh atau kehujanan di jalan, biasanya Brosis pengennya langsung menyiram motor biar kembali kinclong, kan? Apalagi kalau lumpur sudah menempel tebal. Tapi tunggu dulu, jangan langsung ambil selang kalau mesin motor masih terasa panas menyengat.

Mencuci motor dalam kondisi mesin masih panas ternyata menyimpan risiko besar yang bisa bikin dompet Brosis jebol di kemudian hari. Bukan cuma soal tampilan, tapi komponen internal mesin juga jadi taruhannya. Yuk, simak alasan ilmiah dan risiko teknisnya di bawah ini!

1. Ancaman Thermal Shock Bikin Mesin Stres

Alasan utama dilarang mencuci motor saat panas adalah fenomena bernama thermal shock

Secara fisika, logam yang panas akan memuai. Jika logam yang sedang memuai ini tiba-tiba disiram air dingin, maka akan terjadi pengerutan secara mendadak dan tidak merata.

Perubahan suhu ekstrem ini sangat berbahaya bagi material logam. Bayangkan Brosis sedang memegang gelas kaca yang panas lalu diisi air es, risikonya gelas bisa pecah seketika. 

Hal yang sama berlaku pada blok mesin motor Brosis. Agar tidak salah langkah, pastikan Brosis tahu cara mencuci motor yang benar agar tetap mengkilap tanpa merusak mesin.

2. Waspada Retak Rambut pada Blok Mesin!

Salah satu komponen yang paling menderita akibat thermal shock adalah blok mesin. 

Material mesin motor umumnya terbuat dari aluminium atau besi cor. Jika Brosis sering menyiram bagian ini saat masih panas, bisa muncul retak rambut (crack) yang sangat halus.

Meskipun awalnya tidak terlihat, retak rambut ini bisa melebar dan menyebabkan kebocoran oli atau air radiator. Kalau sudah begini, biaya perbaikannya nggak murah lho, Brosis! 

Sambil menunggu mesin dingin, Brosis bisa mengecek jadwal kapan waktu ideal ganti oli motor agar performa mesin tetap terjaga luar dan dalam.

3. Leher Knalpot Menguning dan Berkarat

Pernah lihat leher knalpot yang warnanya jadi kuning kecokelatan atau bahkan berkarat parah? Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan menyiram knalpot yang masih panas membara.

Suhu knalpot saat mesin hidup bisa mencapai ratusan derajat Celsius. 

Air dingin yang mengenai knalpot panas akan merusak lapisan pelindung (chrome atau cat tahan panas) pada leher knalpot. Akibatnya, logam knalpot jadi mudah teroksidasi dan menimbulkan karat. 

Kalau Brosis sering melakukan perjalanan jauh, pastikan juga memahami tips touring motor aman dan nyaman agar kondisi motor tetap prima selama di jalan.

4. Risiko Sensor Error & Korsleting Listrik

Motor modern sekarang ini sudah dibekali teknologi injeksi dengan banyak sensor elektronik (ECU/ECM). 

Jadi ketika Brosis menyiram mesin panas, air yang mengenai mesin akan langsung menguap menjadi uap panas yang masuk ke sela-sela kabel atau soket sensor.

Uap air ini memiliki sifat korosif dan bisa menyebabkan hubungan arus pendek (korsleting) atau kegagalan sensor. 

Jika sistem injeksi terganggu, motor bisa brebet atau bahkan mati total. Oleh karena itu, meskipun sangat penting bagi Brosis untuk selalu menjaga kebersihan area mesin namun tetap dengan cara yang aman.

Ingin Motor Brosis Selalu Tampil Prima dan Awet?

Mulai sekarang jangan terburu-buru ya, Brosis! Berikan waktu sekitar 15 sampai 30 menit agar suhu mesin menurun secara alami sebelum mulai diguyur air. 

Dengan bersabar sebentar, Brosis sudah melakukan investasi besar untuk menjaga umur pakai mesin motor kesayangan agar tetap panjang.

Jangan biarkan kesalahan kecil dalam perawatan merusak performa motor Honda kesayangan Brosis. Selain rutin mencuci dengan cara yang benar, pastikan Brosis juga melakukan pengecekan berkala pada komponen vital lainnya agar motor tetap bertenaga seperti baru.

Dapatkan penawaran servis spesial dan diskon suku cadang asli hanya di Wahana Honda. Tunggu apa lagi? Pastikan performa motor Brosis tetap maksimal dengan penawaran terbaik tahun ini!

Cek Promo & Perawatan Honda Terbaru Di Sini!

RELATED
NEWS